Seorang arsitek terbesar di zaman dinasti Mamluk di Mesir. Dialah penanggung jawab pembangunan gedung-gedung pemerintahan di Kairo.
Lahir dari keluarga saintis dan arsitek. Kakeknya, Ahmad ibn Thulun, adalah seorang yang terpandang di istana sultan Burquq. Ia meninggal bersamaan dengan sang sultan.
Disamping keahliannya dalam masalah tekhnik, ia juga seorang peminat terhadap ilmu fiqih, sejarah, sastra musik dan olahraga berburu. Ia pernah berguru kepada As sakawi. Dan As sakhawi mengenalnya sebagai arsitek terbaik dimasanya.
Pada mulanya ia hanya menangani proyek biasa saja, tetapi ketika Syaifuddin Iynak, mengkudeta sultan Utsman bin Jaqmak (yang hanya berkuasa 1 tahun). Ia dipercaya oleh Iynak sebagai pendidik para arsitek dan penanggung jawab proyek pembangunan benteng dan gedung-gedung lainnya. Jabatan ini ia emban, meskipun kepemimpinan selalu berganti (sultan Ahmad bin Inal, sultan Khasqadam balbaya, Timur Bagha, Khair Bek Qayitabaya, Muhammad bin Qayitabaya). Ia sempat dihentikan ketika pada masa sultan Khair Bek Qayitabaya, tetapi atas usull Amir Yasbak bin Mahdi al Dawadir, ia diangkat lagi.
Dimasa tuanya ia mengalami kebutaan, karena itu ia kemudian dibebastugaskan dari kepala arsitek, dan digantikan oleh anaknya, Syihabuddin Ahmad.
Ia hidup hingga tahun 1517 M, dengan demikian ia mengalami penaklukan Mesir oleh sultan Salim dari Turki Utsmani. Dan sultan Salim I membawa para arsitek mesir ke Istambul untuk membangun gedung-gedung seperti halnya di Kairo. Ibn Iyas menceritakan secara konfrehensif biografi para arsitek yang dibawa ke Istambul dalam karyanya Bada’I az Zuhur.
Karya
· An Nuzhah as saniyah fi Dzikr al Khulafa wa al Mulk al Mishriyah. Buku sejarah kekuasaan Islam di mesir hingga sultan Thuman Baya, penguasa tewrakhir dinasti mamluk.
· Syarh Muqaddimah Abi Laits
· Syarh al Jurmiyah
MIMAR HAJRUDDIN
Arsitek Turki Utsmani, murid dari arsitek ternama, Sinan. Diantara karya-karya arsiteknya, yaitu: Stari Most ”Old Bridge”, yaitu jembatan yang ada hingga kini. Jembatan ini selesai pengerjaannya pada 974 H/ 1566 M.
Stari Most ”Old Bridge”
SINAN (1489-1578 M)
Arsitek terbesar (the great muhandis (muhandis = arsitek)), yang merupakan salah satu arsitek kebanggan Turki Utsmani (Ottoman). Ia seorang arsitek otodidak yang membangun karier arsitekturnya pada usia 46 tahun, pada masa Sultan Sulaiman yang agung.
Sinan yang biasa disebut Khudai Memar Sinan, lahir di Kaisariya, Anatolia pada 15 April 1489 M, dan ayahnya bernama Abdul Manan. Sinan waktu mudanya berprofesi sebagai prajurit kerajaan. Ia mendapat penghargaan karena keberaniannya, terutama ketika mengadakan penyerbuan ke Belgrado pada tahun 1521 dan Rhodes pada tahun 1522 M, yang kemudian diangkat menjadi kepala operator senjata dalam tentara kerajaan.
Dalam perang Persia pada tahun 1534 M, ia merancang ferry yang dipergunakan untuk menyebrang danau Van, yang sangat besar manfaatnya dalam penaklukan musuh. Dalam penyerbuan ke Eropa, ia berhasil menciptakan jembatan menyebrangi sungai Donau. Keberhasilan-keberhasilan inilah yang kemudian mendasari ketenarannya. Sejak saat itu ia diberi tugas sesuai dengan bakatnya, yaitu merencanakan gedung-gedung yang dibangun oleh para sultan dinasti Utsmaniyah.
Ia meninggal pada 17 Juli 1578 M ( 90 tahun) dan dimakamkan di dekat Masjid Sulaimaniyah di Istambul. Sinan banyak mendidik dan membina arsitek terkemuka, diantaranya : Ahmad Agha Kemal Al Din, Daud agha, Yatim Bab Ali, Yusuf dan Sinan Muda. Yusuf yang merupakan murid kesayangannya adalah arsitek istana Delhi, Lahore, dan Agra yang dibangun pada masa Sultan Akbar di India dari dinasti Moghul.
Peran & Karya
Kerajaan Usmani Turki mewariskan begitu banyak karya arsitektur bersejarah. Masjid, gedung, sekolah hingga jembatan yang dibangun pada era kejayaan Usmani pada abad ke-16 M. Sederet bangunan bersejarah warisan Daulah Usmani itu tercatat merupakan karya Mimar Sinan (1489 M - 1588 M). Dialah arsitek Muslim termasyhur abad ke-16 M. Setengah abad masa hidupnya diabdikan untuk dunia arsitektur Islam. Selama masa hidupnya, tak kurang dari 476 struktur arsitektur telah diciptakan Sinan.
Sinan merupakan arsitek kepala dan insinyur teknik sipil pada kesultanan Usmani mulai dari 1538 hingga 1588 M. Dia mendedikasikan dirinya untuk membangun kota Istanbul di bawah empat era kepemimpinan sultan, yakni: Salim I, Sulaiman I, Salim II, dan Murad III. Selama empat periode kepemimpinan para penguasa itu, Sinan bertanggung jawab untuk membangun dan mengawasi setiap pembangunan di Kesultanan Ottoman. Masjid Salim di Edirne serta Masjid Sulaiman di Istanbul merupakan masterpeice sang arsitek ulung.
Sepanjang hidupnya Sinan membangun bangunan yang megah dan indah dalam kekuasaan Turki Utsmani, menurut Musthafa Sai (penulis biografinya), ia telah membangun 343 buah gedung besar maupun kecil, yang terlentang antara Bosnia sampai Mekkah, dengan kriteria : 81 masjid, 50 mushola, 55 madrasah, 7 sekolah qur’an, 16 dapur umum untuk kaum miskin, 3 ruang untuk orang sakit, 7 saluran air, 8 jembatan, 34 istana, 13 rumah peristirahatan, 3 gudang, 33 rumah mandi, dan 19 makam berkubah. Sinan juga banyak mendidik dan membina arsitek terkemuka, salah satunya Sedefhar Mehmet Aga - arsitek Masjid Sultan Ahmad.
Sultan Sulaiman yang agung merupakan penguasa yang mempunyai semangat membangun berbagai monumen besar (masjid dan lain-lain), yang semuanya dirancang oleh Sinan. Masjid-masjid di Konstantinopel karya Sinan, antara lain : Masjid Sulaiman yang dibangun tahun 1550-1556 M (disinilah Sultan Sulaiman yang agung dan sultan Ahmad II dikuburkan); Masjid Shah Zadi Jami yang didirikan tahun 1547-1548 M (untuk menghormati mendiang pangeran Muhammad dan tempat kuburannya pangeran Jehangir); Masjid Khaseki Khuram(masjid Rolexana) dibuat tahun 1539 untuk mengenang Khuram Sultan. Dua Masjid di Istambul dan Skutari untuk mengenang putri Merh-o-Mah, istri wazir besar Rustam Pasha, juga Masjid Sulaimanaiyah yang didirikan pada tahun 1550-1556 M, serta Masjid Salimiyah di Adrianopel yang dibangun atas perintah Sultan Salim II, dan lain-lain.
Beberapa karya Sinan: Masjid Azapkapi Sokullu di Istanbul; Masjid Salim di Edirne; Kompleks Salaiman ; Kompleks Kilic Ali Pasha; Kompleks Molla Celebi; Tempat mandi Haseki; Masjid Piyale Pasha; Masjid Sehzade; Kompleks Mihrimah Sultan di Edirnekapi; Jembatan Mehmed Pasa Sokolovic di Visegrad; Masjid Nisanci Mehmed Pasha; Masjid Rastem Pasha; Masjid Zal Mahmud Pasha; Masjid Kadirga Sokullu; Masjid Koursoum atau masjid Usman Shah di Trikala; Al-Takiya Al-Suleimaniya di Damascus; Madrasah Yavuz Sultan Selim; Jembatan Mimar Sinan diBayakaekmece.
Dalam karyanya Sinan lebih menaruh perhatian pada interiornya (dalam), sehingga kadang diluar dikorbankan. Ciri dari karyanya adalah sifat Tuki dimanapun gedung berdiri, kekhasan itu selalu terasa.